Home / Berita Bola / 5 Siasat Yang Perlu Dilakukan Juventus Untuk Kalahkan Real Madrid Di Final Liga Champions
Agen Casino Online

5 Siasat Yang Perlu Dilakukan Juventus Untuk Kalahkan Real Madrid Di Final Liga Champions

5 Siasat Yang Perlu Dilakukan Juventus Untuk Kalahkan Real Madrid Di Final Liga Champions

JagoBola.com – Juventus sekali lagi akan bertemu dengan Real Madrid di final Liga Champions setelah kalah tipis 1-0 di Amsterdam Arena pada tahun 1998. Mereka kemudian gagal kembali di final enam tahun berikutnya, kali ini mereka takluk di tangan rival di Serie A, Milan. 12 tahun kemudian mereka ke final lagi dan kemudian gagal lagi, kalah 3-1 dari Barcelona.

Apa kesalahan Juventus di final? Sulit untuk dijelaskan, mereka punya mental juara, pemain berpengalaman dan dengan kualitas yang mumpuni, tetapi mereka terus-menerus gagal lagi. Sekarang mereka bertemu dengan Real Madrid lagi di Cardiff pada hari Minggu (4/6), berikut hal yang perlu di lakukan Juve agar tidak gagal lagi menurut kami.

 

1. Juventus harus tetap mainkan tiga bek

Allegri sudah bereksperimen dengan formasi di Liga Champions musim ini karena manajer Italia tersebut memilih tim berdasarkan lawan atau personil yang tersedia. Formasi paling umum dia gunakan adalah 3-5-2 dan 4-2-3-1, tetapi ia juga pernah menurunkan format 3-4-2-1 beberapa kali.

Allegri tampaknya juga mempertimbangkan apakah Gareth Bale akan tampil sejak awal pada laga ini, ini juga akan membuatnya mempertimbangkan formasi pemainnya. Namun, tampaknya Zinedine Zidane tak akan membuat kesalahan sama ketika El Clasico di mana Bale tertatih-tatih di babak pertama, jadi Isco tampaknya akan starting.

Bila seperti itu, Christiano Ronaldo dan Karim Benzema akan bermain di kotak penalti Juventus sedangkan Isco berperan sebagai pemain no.10. Allegri perlu mempertahankan tiga beknya, Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli dan Giorginio Chiellini. Dengan formasi tiga bek tengah, ketika bertahan Dani Alves dan Alex Sandro juga akan membantu di belakang, jadi mereka punya lima bek saat ditekan.

2. Alves harusnya diberi peran lebih menyerang

Alves dan Sandro sudah memainkan peran mereka dengan sangat baik dalam strategi Allegri. Keduanya menjadi kunci keberhasilan pertahanan dan juga serangan, kdua wing-back ini bisa banyak memberikan kejutan.

Alves tampil lebih produktif di Liga Champions ketimbang Serie A. Dia lebih banyak menyumbang gol dan assist ketimbang di liga. Eks Barca menyumbangkan dua assist dan satu gol saat melawan Monaco (dua leg).

Usia Alves sudah 34 tahun, tetapi melihat penampilannya bisa dibilang dia full-back terbaik saat ini. Alves juga merasa lebih nyaman meninggalkan posnya karena di belakangnya ada Chiellini, Barzagli dan Bonucci serta kiper Gianluigi Buffon. Insting menyerang mantan pemain Barcelona ini benar-benar kuat.

3. Juventus wajib ‘menjinakkan’ Kroos

 

94%, itulah angka yang harus diredam Sami Khedira dan Miralem Pjanic. Ini merupakan angka akurasi passing Toni Kroos di Liga Champions musim ini, paling tinggi dari pemain manapun 10 laga terakhir. Dia merupakan mesin penggerak Real Madrid.

Dengan adanya Luka Modric dan Casemiro di lini tengah Real Madrid, Juventus harus semakin waspada pada Kroos. Matanya yang tajam untuk bola-bola panjang, passing melewati lini tengah dan pertahanan lawan perlu diwaspadai Khedira dan Pjanic.

Bila Khedira dan Pjanic kewalahan menjaga Kroos, lini tengah mereka akan tereksploitasi. Real juga bisa semakin mudah mengalahkan lini tengah Allegri jika Isco tampil apik. Selain itu, Khedira juga perlu menjaga pergerakan Cristiano Ronaldo di luar kotak penalti.

Karena tugas pertahanan seperti ini pemain depan juga harus bertanggung jawab untuk bertahan. Ini sebabnya Paulo Dybala harus terlibat dalam serangan juga pertahanan Juventus. Saat bola tidak dikuasai Juventus, Dybala perlu lari ke belakang untuk membantu bertahan.

4. Menggunakan Mandzukic untuk mengeksploitasi kelemahan Real Madrid

 

Mandzukic salah satu pemain Juventus yang sudah merasakan gelar Liga Champions, saat berseragam Bayern Munchen bahkan mereka meraih treble pada tahun 2013. Walau dia sebenarnya seorang striker murni di Bundesliga, tetapi di Juventus Mandzukic diposisikan agak melebar.

Dani Carvajal diragukan bisa tampil pada laga ini dan kemungkinan Danilo akan mengisi tempatnya. Ini adalah pos yang bisa dimanfaatkan Juventus dan Mandzukic ada di sana. Dengan postur tubuh kemungkinan menang di udara cukup tinggi. Di antara pemain depan, Mandzukic ada di lima besar pemain yang menang duel udara di Liga Champions.

Kontras dengan Danilo, dia punya reputasi yang tak baik duel udara. Ini bisa membuat Sergio Ramos harus lebih siaga untuk memastikan pertahanannya aman dari bola-bola panjang yang mengarah ke striker Kroasia tersebut.

Bila strategi Juve ini berhasil walau bukan Mandzukic yang mencetak gol, ada Gonzalo Higuan dan Paulo Dybala yang siap menyambar bola kedua.

5. Bola mati

 

Menjaga Kroos untuk tak terlalu mendikte lini tengah tak cukup, mereka juga harus mewaspadai bola mati gelandang Jerman ini, tendangan bebas jauh dan tendangan sudut. Ramos adalah target Kroos, dan ini sering kali berhasil di saat-saat yang sangat menentukan.

Bukan hanya itu, Juventus juga harus mewaspadai tendangan bebas Ronaldo yang punya akurasi tinggi dan mematikan. Tetapi, Juventus juga cukup kuat di bola mati, ingat ketika gol Chiellini ke gawang Barcelona? Mereka cukup bagus dari tendangan sudut karena punya pemain dengan postur yang baik untuk duel udara. Untuk algojo tendangan bebas, mereka punya Dybala.

Post By : JagoBola.com

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

Hasil Liga Spanyol

Hasil Liga Spanyol Jakarta – Real Madrid dan Barcelona mengawali La Liga 2017/2018 dengan kemenangan. Sementara ...