Home / Berita Bola / Minim Kreativitas, Bali United pun Takluk dari Arema
Agen Casino Online

Minim Kreativitas, Bali United pun Takluk dari Arema

Minim Kreativitas, Bali United pun Takluk dari Arema

Jakarta – Bali United harus takluk dalam lawatannya ke markas Arema FC. Minimnya kreativitas dari para pemain Bali United jadi penyebab kekalahan itu.

Sementara bagi Arema FC, kemenangan ini berhasil menghentikan tren negatif mereka dalam ajang Liga 1 2017 setelah empat laga beruntun tanpa kemenangan. Menjamu Bali United dalam pekan ke-11 di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (17/6/2017) malam, kemenangan dengan skor 2-0 diraih oleh anak-anak Singo Edan.

Sementara itu, Bali United justru menelan kekalahan kedua beruntun setelah sebelumnya ditaklukkan Bhayangkara FC di kandang sendiri. Posisi Serdadu Tridatu kini turun ke posisi kedelapan dengan 16 poin, sementara Arema naik ke posisi kelima dengan 18 poin.

Dalam pertandingan ini, sebenarnya secara permainan Bali United lebih unggul daripada Arema. Kembalinya para pemain yang membela timnas Indonesia dalam laga melawan Puerto Riko macam Ricky Fajrin serta Irfan Bachdim membuat permainan tim begitu cair.

Namun, minimnya kreativitas dalam mengolah serangan membuat Bali akhirnya harus rela mengakui keunggulan Arema FC dalam pertandingan kali ini.

Arema Sempat Tertekan

Sampai menit ke-25 babak pertama, Arema sebenarnya dalam posisi tertekan. Bali United memegang penuh kendali permainan sampai menit ke-25. Serangan dari sisi sayap, terutama dari sisi kanan yang dihuni oleh Yabes Roni, berjalan dengan lancar. Yabes bahkan beberapa kali mampu menusuk ke kotak penalti Arema FC dan memberikan umpan ke area tengah kotak penalti.

Ini tak lepas dari Jon Alfarizie yang kerap maju membantu penyerangan dan telat untuk bertahan. Aktifnya kedua sayap Arema ditopang oleh pergerakan liar dari Irfan Bachdim. Pemain yang pernah bermain di Persema ini rajin menekan para pemain bertahan Arema, serta acap kali mundur sampai ke tengah untuk meminta bola dari Marcos Flores untuk kemudian didistribusikan kepada para pemain di lini depan. Sirkulasi bola ketika Bali United menyerang pun menjadi lancar.

Di sisi lain, Arema begitu sulit keluar dari tekanan para pemain Bali United sepanjang 25 menit babak pertama. Gonzales yang dijaga ketat bergantian oleh Ahn Byung-keon serta Abdul Rahman membuatnya sulit untuk bergerak secara leluasa. Hal ini pun ditambah oleh kurangnya tekanan dan distribusi bola dari lini tengah serta kedua sisi sayap Arema. Peluang Arema pun lebih banyak hadir dari set-piece.

Situasi pun berubah setelah menit ke-30. Saat Arema mulai lebih berani menekan Bali United, gol pertama lahir di akhir babak pertama. Situasi tambah tidak menguntungkan bagi Bali United setelah gol kedua terjadi di awal babak kedua.

Minimnya Kreativitas Penyerangan Bali United

Lini pertahanan Arema tampil cukup baik dalam pertandingan ini, Kembalinya Arthur Cunha di lini belakang (ia sudah mulai turun sejak laga lawan Perseru Serui) membuat komando pertahanan kembali ke tangannya. Arthur pun mencatatkan aksi bertahan yang cukup baik dalam pertandingan kali ini di antara pemain bertahan Arema yang lain, dengan torehan dua kali intersep, empat kali usaha tekel, enam kali sapuan, serta dua kali memblok tendangan lawan. .

Moncernya penampilan Arthur ini membuat para pemain lain di lini bertahan Arema mampu tampil baik. Koordinasi lini pertahanan yang terjaga, ditopang juga oleh apiknya penampilan Kurnia Meiga yang mencatatkan dua kali penyelamatan serta enam kali sukses memotong umpan silang dalam pertandingan ini membuat Arema kembali berhasil mencatatkan cleansheet.

Namun, bagusnya lini pertahanan Arema ini pun ditambah oleh kurang baiknya penampilan dari lini serang Bali United. Setelah kebobolan dua gol, kreasi serangan mereka menjadi minim. Masuknya Fadil Sausu menggantikan Marcos Flores pun tidak banyak membantu meningkatkan kreativitas serangan tim Serdadu Tridatu.

Serangan Bali United pun pada akhirnya lebih banyak berfokus pada sisi sayap, mengandalkan kemampuan dari Yabes Roni. Total dari umpan silang mereka pun cukup banyak, yakni 24 kali umpan silang. dengan delapan umpan silang berakhir sukses. Irfan Bachdim pun tidak seeksplosif pada babak pertama, karena baik itu Hanif Sjahbandi ataupun Ferry Aman Saragih mampu menahan pergerakan dari Bachdim.

Minimnya kreativitas Bali United ini membuat banyak serangan tidak banyak yang mengarah ke gawang Arema. Walau sempat mencetak beberapa shots on target pada awal babak kedua, serangan Bali pada akhirnya kerap tidak menemui sang target man, Sylvano Comvalius yang tampak bekerja sendirian di depan kotak penalti Arema.

Pertahanan Arema yang kuat sudah kembali, dan hal itu pun ditambah dengan penyerangan Bali yang tidak terlalu baik. Hasilnya, setelah unggul dua gol Arema dapat bermain lebih aman. Masuknya Benny Wahyudi di awal pertengahan babak kedua semakin memperkuat lini pertahanan Arema FC.
Gemilangnya Gonzales Bawa Arema Raih Kemenangan

Cristian Gonzales mendapatkan banyak kritik sampai pekan ke-11. Penyerang yang menjadi pencetak gol terbanyak Piala Presiden 2017 ini dinilai tidak memberikan kontribusi bagi lini serang Arema. Hanya satu gol yang ia cetak sampai pekan 10 Liga 1 2017 berimbas buruk juga terhadap permainan Arema. Namun dalam pertandingan melawan Bali United, ia mulai menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penyerang berbahaya di Indonesia.

Sempat dikawal ketat oleh Abdul Rahman dan Ahn Byung-keon secara bergantian, seiring dengan berjalannya pertandingan ia mulai bisa lepas beberapa kali dari kawalan dua pemain tersebut. Pergerakannya yang cukup aktif di area pertahanan Bali United pun beberapa kali menyajikan ruang bagi rekan-rekannya di area pertahanan Bali United

Namun, kemampuannya begitu terlihat lewat dua gol yang ia cetak. Kecerdasannya dalam mengelabui Abdul Rahman, serta penempatan posisinya yang baik membuatnya sanggup mencetak dua gol, satu lewat titik penalti dan satu lewat situasi kemelut di depan gawang Bali United. Ini terlepas dari gol keduanya yang banyak dianggap handball.

Dua gol ini menjadi pembuktian kelas dari seorang Cristian Gonzales, sekaligus menunjukkan bahwa ia masih menjadi salah satu penyerang berbahaya di Indonesia ,meski sudah berusia 40 tahun. Tiga gol yang ia cetak membuatnya menyamai raihan dari Dedik Setiawan, pemain muda tim Arema FC.
Dengan kemenangan ini, posisi Aji Santoso di kursi pelatih Arema pun untuk sementara aman. Ancaman pemecatan yang sempat menghantui dirinya mereda untuk sementara waktu. Tinggal dibutuhkan konsistensi permainan dari anak asuhnya agar dapat bersaing dengan tim-tim lain dalam ajang Liga 1 2017.

Sementara itu bagi Bali United, dua kali beruntun meraih hasil buruk ini penanda bahwa harus ada sesuatu yang dievaluasi di tubuh skuat Serdadu Tridatu oleh Widodo C. Putro. Setelah hasil-hasil positif yang diraih Bali United dalam beberapa pekan terakhir, dua hasil buruk ini menjadi penanda bahwa masih ada yang harus diperbaiki di tubuh skuat Bali United.

Waktu libur Lebaran ini bisa menjadi masa yang tepat bagi kedua tim untuk rehat sejenak, sekaligus mempersiapkan diri untuk mengarungi sisa putaran satu Liga 1 2017. Ada sisa enam pertandingan yang harus dijalani kedua tim sampai akhir putaran pertama, sebelum kedua tim memasuki putaran kedua Liga 1 2017.

Post By : JagoBola.com

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

Tantangan Conte untuk Morata

Tantangan Conte untuk Morata London РManajer Chelsea Antonio Conte menyebut Alvaro Morata sebagai seorang pemain ...