Sabtu , 21 Nov 2009 14:38 WIB
7 Mantan Juara Dunia Hadir di Afrika Selatan

Oleh Aditya Hartanto,dibaca 1294 kali dengan 0 komentar
Get subscribers

jagobola LifeStyle - Brasil (1958, 1962, 1970, 1994, 2002)
Brasil adalah tim nasional dengan prestasi terbaik di seluruh dunia sepanjang sejarah. Dengan torehan 5 kali juara dunia, masih dilengkapi lagi dengan torehan dua kali runner-up (1950, 1998) dan dua kali peringkat ketiga (1938, 1978). Yang lebih hebat lagi sebenarnya adalah, Brasil membuktikan diri sebagai tim yang bukan jago kandang alias hanya menjadi juara ketika sedang bertanding di benuanya sendiri. Brasil pernah juara di Swedia (Benua Eropa), Chile, Meksiko, Amerika Serikat (benua Amerika) dan Jepang-Korea Selatan (benua Asia). Brasil juga menjadi satu-satunya negara yang belum pernah absen dari kejuaraan ini.

Praktis, tinggal benua Afrika dan Australia yang belum mereka taklukkan. Dan kebetulan juga, kedua benua tersebut memang belum pernah menyelenggarakan perhelatan besar piala dunia ini. Akankah Brasil menaklukkan Afrika pada kesempatan pertama benua tersebut menjadi tuan rumah seperti halnya 2002 ketika Jepang-Korea Selatan mewakili Asia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah ?



Italia (1934,1938,1982,2006)
Ini adalah negara yang mulai mendekati torehan prestasi Brasil. Dengan empat gelar juara dunia, Italia tinggal satu lagi untuk menyamai Brasil. Namun Italia tak pernah juara selain di benua eropa. Italia juga sempat menjadi dua kali runner up (1970, 1994) dan sekali peringkat ketiga (1990) justru ketika kejuaraan digelar di negeri sendiri. Uniknya, Italia justru menghadapi persoalan sebelum kejuaraan dimulai ketika mereka menjadi juara.
Tahun 1982, Paolo Rossi yang kembali dari skorsing akibat skandal judi justru membuat Italia merengkuh juara ketiga kalinya. Demikian pula tahun 2006 ketika skandal Calciopoli yang melibatkan Luciano Moggi dan klub Elit Juventus yang membuat Juventus harus terdegrasi memberi spirit lebih bagi Italia untuk menjadi kampiun termasuk ketika menaklukkan favorit juara dan tuan rumah Jerman..

Jerman (1954,1974,1990)
Jerman bisa dikatakan negara kedua yang paling bisa mendekati prestasi Brasil di Sepakbola. Selain 3 kali juara dunia, Jerman juga menjadi runner-up 4 kali (1966, 1982,1986,2002), serta dua kali menjadi peringkat ketiga (1970, 2006). Jerman seperti halnya tim eropa lainnya hanya bisa menjadi juara ketika bertanding di benuanya sendiri. Jerman dikenal tim spesialis kejuaraan, meski secara permainan kurang atraktif. Mampukah mereka membalikkan fakta sejarah dan menjadi juara di luar benua eropa?


Argentina(1978,1986)
Negeri ini melahirkan maha bintang Diego Maradona yang sangat terkenal dengan insiden "Tangan Tuhan"nya tahun 1986 yang membuat rakyat Inggris menjadikannya musuh nomor satu sepanjang masa. Dua kali kampiun masih ditambah dengan dua kali runner up tahun 1930 dan 1990.
Argentina lolos ke Afrika 2010 dengan kurang meyakinkan sekalipun memiliki pemain terbaik dunia Lionel Messi. Argentina meskipun kurang meyakinkan, namun sering mengganjal tim-tim yang lebih diunggulkan karena secara materi memungkinkan untuk itu.
Situasi serupa pernah dialami Brasil tahun 1990 yang lebih diunggulkan. Argentina yang mengandalkan Maradona dan Claudio Caniggia praktis terkepung selama 90 menit, sebelum sebuah serangan balik cepat dengan hanya melibatkan kedua pemain tersebut membuat Brasil yang kala itu diperkuat para legenda seperti Zico dan Socrates tersingkir

Uruguay (1930, 1958)
Uruguay menjadi juara dua kali ketika berlangsung di negara sendiri tahun 1930 dan ketika berlangsung di Brasil. Setelah itu prestasinya kurang meyakinkan dan terus terpuruk.

Inggris (1966)
Inggris menjadi juara ketika dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut. Selain itu, Inggris tak pernah memasuki babak semifinal bahkan beberapa kali justru tidak lolos di putaran final termasuk tahun 1994 di Amerika Serikat

Perancis (1998)
Sama seperti Brasil, Perancis juga menjadi juara ketika menjadi tuan rumah.Meski demikian praktis prestasi Perancis sedikit lebih baik karena sempat sekali menjadi runner up tahun 2006 lalu serta dua kali menjadi peringkat ketiga di tahun 1958 dan 1986. Meski Perancis juga sempat beberapa kali tidak lolos putaran final termasuk tahun 1990 dan 1994.



E-mail
Komentar Anda
Kode