Home / News / Ekonomi / Pemda Tak Dapatkan 19% Saham Blok Mahakam
Agen Casino Online

Pemda Tak Dapatkan 19% Saham Blok Mahakam

Pemda Tak Dapatkan 19% Saham Blok Mahakam

Pemda Tak Dapatkan 19% Saham Blok Mahakam

JagoBola.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan arahan terkait pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur yang akan habis kontraknya pada 2017. Pemerintah pun sudah memutuskan mengenai pembagian saham pasca kontraknya berakhir, yakni PT Pertamina (Persero) mendapatkan saham 70 persen, dengan Total Indonesie dan Inpex Corporation mendapatkan 30 persen. Sementara, jatah Participating Interest (PI) Pemerintah Daerah (Pemda) Kaltim mendapat 10 persen dari jatah Pertamina.Dengan demikan, permintaan Pemda Kaltim untuk mendapatkan saham sekira 19 persen sia-sia belaka, setelah sebelumnya Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersama Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak melakukan pertemuan dengan Menteri ESDM membahas pengelolaan Blok Mahakam.

“Berkaitan dengan daerah, Nanti Pertamina juga akan bicara dengan pemda yang aturannya maksimal 10 persen. ini aturan dari Kementerian ESDM. Ini beberapa poin yang perlu ditekankan,” tegas Menteri ESDM di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Hal ini diperkuat dengan adanya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 15 tahun 2015 yang membatasi jatah PI daerah sebesar 10 persen melalui badan usaha milik daerah (BUMD).

“Saya ingin menyampaikan hasil ratas membahas mengenai proses alih kelola blok Mahakam. kata kunci ini harus dipahami bersama karena 31 Desember 2017 maka kontrak antar pemerintah dengan Total dan Inpex selesai. Maka itu yang terjadi pengelolaan akan beralih kepada Pertamina. Jadi nomor satu yang perlu ditekankan adalah ini adalah pengalihan pengelolaan yang semula dikelola‎ Total dan Inpex sekarang per 1 Januari 2018 dikelola Pertamina,” sambungnya.

Sudirman menambahkan, sebelumnya pembagian saham ke Pertamina, Total, Inpex dan Pemda Kaltim, pemerintah telah memberikan 100 persen interest ke Pertamina dengan syarat yang ditentukan. termasuk melewati proses due diligent.

“Harganya berapa, akan dinilai. Tapi yang harus dipahami masyarakat adalah 100 persen pertama-pertama ke Pertamina. Nah Pertamina sebagai pihak yang ditunjuk, karena dia perusahaan negara maka kemudian boleh melakukan share down. Jadi menjual atau mengurangi sebagian saham ke pihak lain, yang dalam hal ini setelah proses diskusi,” paparnya.

“Pertamina memutuskan untuk share down kepada eksisting operator. Seperti yang diketahui diperoleh, Pertamina memegang 70 persen, dan Total dan Inpex diberikan 30 persen. Nilainya berapa, nanti tergantung hasil valuasi,” sambungnya.

Disisi lain, Presiden Jokowi meminta sebelum akhir 2015 dapat dilakukan penandatanganan kontrak baru antara Pertamina dengan operator lama

‘Sebetulnya dapat dikatakan secara seluruhan memang sudah final. Ini hanya membutuhkan approval dari pimpinan tertinggi dan hari ini kita mendapatkan itu, Sehingga kami di lapangan nyaman melanjutkan. Insyaallah dalam waktu dekat ini akan selesai. Paling penting ini merupakan satu pola bagaimana satu blok selesai masa kontrak dan pengelolaan selanjutnya bagaimana,” ungkap Sudirman.

Di tempat yang sama, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, proses valuasi ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan kedepan.

‘Proses seleksi konsultan sedang berjalan sampai final. Kemudian proses valuasinya kira-kira 3 bulan, jadi sebelum Desember 2015 sudah selesai,” tukasnya.

Agen Poker Terbaik

About Jago Bola

JagoBola.com Situs Prediksi Bola Online dan Berita Bola Online Terupdate, Prediksi Sepak Bola, Berita Sepak Bola, News, Gosip Artis

Check Also

Cara Berburu Suku Cadang Mercy G-Class Klasik

Cara Berburu Suku Cadang Mercy G-Class Klasik Memastikan ketersediaan suku cadang merupakan salah satu tantangan ...