Home / News / Ekonomi / Pemerintah Akan Terapkan Sistem Non-Tunai untuk Beli Elpiji 3 Kg
Agen Casino Online

Pemerintah Akan Terapkan Sistem Non-Tunai untuk Beli Elpiji 3 Kg

Pemerintah Akan Terapkan Sistem Non-Tunai untuk Beli Elpiji 3 Kg

Pekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) yang berada di wilayah Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat tersebut mampu mendistribusikan sebanyak 3250 Metric Ton per harinya dengan berbagai jenis produk seperti Elpiji, Bright Gas, Vi-Gas, HAP Series (propellant ramah lingkungan), dan Musicool (refrigerant hidrokarbon ramah lingkungan).

Pemerintah berencana menerapkan sistem non tunai dalam pembelian gas elpiji 3 kilogram. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan rencana itu dilakukan agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran.

“Tahun depan, Insya Allah (non tunai) gas elpiji 3 kg,” kata Khofifah, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Senin (14/8/2017).

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi ZA Dulung menceritakan, sistem non tunai direncanakan akan diterapkan dalam pembelian gas elpiji 3 kg dan pembayaran tarif listrik.

Hanya saja, hingga kini, pemerintah masih menggodok rencana tersebut. Beberapa hal yang akan dikaji, contohnya seperti mekanisme pembelian gas elpiji 3 kg.

Apakah hanya dapat dibeli melalui e-warong atau lainnya. Adapun e-warong merupakan elektronik warung gotong royong yang menyediakan bahan pangan.

Hanya keluarga penerima manfaat (KPM) dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang dapat membeli bahan pangan di e-warong.

“Sekarang mau dicoba dulu lah penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sampai berhasil. Baru mau ditambah-tambah (dengan komponen lain),” kata Andi.

Dia mengatakan, sekitar 25 juta warga pengguna gas bersubsidi. Hanya saja, lanjut dia, jumlah tersebut masih belum pasti.

Andi menjelaskan, pemerintah baru dapat memutuskan pelaksanaan rencana non tunai dalam pembelian gas elpiji 3 kg pada bulan Oktober mendatang.

Prinsipnya, pemerintah tak lagi mensubsidi barang, namun mensubsidi orang.

“Dulu barang dijual di pasar, harga murah, banyak orang tidak berhak yang dapat harga murah. Sekarang uang dikasih langsung ke orang yang berhak dan harga barang semua sama, otomatis lebih murah,” kata Andi.

Post By : Jagobola.com

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

Honda Supra “Sundal Bolong” asal Sidorarjo

Honda Supra “Sundal Bolong” asal Sidorarjo Honda Modif Contest (HMC) 2017 kembali melahirkan karya kustom ...