Home / News / Kriminal / Pemerkosa Diberi Hak Asuh Atas Anak yang Dilahirkan Korbannya
Agen Casino Online

Pemerkosa Diberi Hak Asuh Atas Anak yang Dilahirkan Korbannya

Pemerkosa Diberi Hak Asuh Atas Anak yang Dilahirkan Korbannya

Christopher Mirasolo tercatat sebagai pelaku penyerangan seksual terhadap korban-korban di bawah umur.

Christopher Mirasolo, pria pemerkosa di Michigan, Amerika Serikat mendapatkan hak asuh atas seorang anak yang lahir dari wanita yang diperkosanya.

Keputusan itu kontan memicu kemarahan publik.

Pria 27 tahun itu bisa mendapatkan hak sebagai wali menyusul sebuah tes DNA yang membuktikan bahwa dia adalah ayah kandung dari anak itu.

Pengacara korban mengatakan masalahnya terjadi setelah kliennya mendapat tunjangan anak dari negara bagian Michigan.

Jenis perkara ini mungkin merupakan kasus pertama di Michigan, dan bahkan di AS.

Jumat lalu, pengacara Rebecca Kiessling mengajukan keberatan, karena Hakim Gregory Ross memutuskan Mirasolo memiliki hak sebagai orangtua dari bocah yang sekarang berusia delapan tahun itu.

Detroit News menyebutkanHakim Ross bahkan memberikan alamat rumah korban kepada Mirasolo.

Perempuan yang sekarang tinggal di Florida itu, telah diperintahkan untuk kembali ke Michigan.

Lebih jauh, Hakim Ross juga memerintahkan agar nama Mirasolo ditambahkan ke dalam akte kelahiran sang anak, tanpa persetujuan ibunya.

Apa latar belakang kasusnya?

Peristiwa ini berawal dari penuturan seorang perempuan berusia 21 tahun kepada polisi, bahwa Mirasolo menyekap serta memperkosanya saat dia berusia 12 tahun pada September 2008.

Peristiwa mengerikan itu dimulai saat korban dan kakak perempuannya, yang berusia 13 tahun, pergi keluar rumah untuk menemui teman laki-lakinya dan Mirasolo, yang kala itu berusia 18 tahun.

Mirasolo menyekap mereka selama dua hari, sebelum melepaskan kakak perempuannya di sebuah taman.

“Dia ditangkap sebulan kemudian saat perempuan tersebut hamil,” ujar Kiessling.

Mirasolo didakwa dengan tindak kejahatan tingkat pertama di Michigan.

Namun dia malah mendapatkan kesepakatan untuk tuntutan pidana lebih ringan karena mengaku.

Dia lantas dihukum selama setahun di penjara setempat, namun hanya menjalani kurungan selama enam setengah bulan saja.

Dia dibebaskan lebih awal untuk merawat ibunya yang sakit.

Pada tahun 2010, dia melakukan penyerangan seksual terhadap korban lainnya yang berusia antara 13 dan 15 tahun.

Lagi-lagi dia dipenjara, kali ini selama empat tahun. Demikian penjelasan Lembaga Pemasyarakatan Michigan.

Mirasolo dibebaskan pada bulan Maret 2012, dan masuk arsip sebagai seorang pelaku penyerangan seksual.

Dia diawasi dalam kategori “orang dewasa” meski dia saat itu masih remaja.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Menurut Kiessling dan korbannya, kasus tersebut mencuat setelah sang ibu meminta tunjangan untuk anaknya.

Pengacara Mirasolo, Barbara Yockey, mengatakan kepada Detroit Free Press, kliennya ‘tidak pernah memprakarsai’ kasus hak asuh tersebut.

Dia mengatakan, hal itu muncul sebagai hal rutin yang dilakukan oleh kantor kejaksaan saat salah satu pihak mengajukan permohonan tunjangan negara.

“Chris diberi tahu soal kedudukannya sebagai seorang ayah, dan ketetapan tentang mengasuh anak sudah dikeluarkan oleh pengadilan pada bulan lalu.”

“Dia memiliki hak asuh dan berhak untuk mengunjungi anaknya,” kata Yockey.

Yockey mengatakan, kliennya tidak menunjukkan rencana akan mengambil hak-haknya sebagai orangtua, dan dia tidak dijadwalkan untuk hadir di pengadilan.

“Saya tidak tahu apa rencana atau niatnya terkait hubungannya dengan anak itu di masa depan,” kata dia lagi.

Sementara, Kiessling mengatakan, kasus tersebut melanggar UU tentang pengasuhan anak korban perkosaan (Rape Survivor Child Custody Act), yang memungkinkan pengadilan menghentikan hak-hak sebagai orangtua dari pemerkosa yang dihukum.

Sebab, anak yang dikandung dan kemudian dilahirkan itu merupakan akibat perkosaan.

Apa itu ‘Rape Survivor Child Custody Act’?

Undang-undang yang diperjuangkan oleh Pemerintahan Presiden Barack Obama pada tahun 2015, memberi akses kepada negara-negara bagian untuk memberikan dana lebih besar bagi korban-korban penganiayaan seksual.

Itu terjadi jika pengadilan menghentikan hak orangtua dari pelaku pemerkosaan terhadap orang lain yang mengakibatkan kehamilan.

Menurut jurnal American Journal of Obstetrics and Gynecology sekitar lima persen korban pemerkosaan berusia 12 sampai 45 tahun hamil akibat perkosaan.

Undang-undang ini hadir di 43 negara bagian dan District of Columbia, namun penerapannya berbeda antar negara bagian.

Di 20 negara bagian dan District of Columbia, pelaku perkosaan harus dipenjara sebelum diberikan hak sebagai orangtua.

Para pengamat berpendapat hal ini akan membuat para korban rentan dalam kasus-kasus yang tidak diproses secara hukum.

Tujuh negara bagian tidak memiliki undang-undang yang bisa melarang pemerkosa untuk menjadi orangtua dari anak yang dilahirkan akibat pemerkosaan.

Post By : Jagobola.com

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

Saat Xpander Jadi Ambulans, Taksi, dan Mobil Polisi

Saat Xpander Jadi Ambulans, Taksi, dan Mobil Polisi Datang sebagai produk baru, Mitsubishi Xpander langsung ...