Home / News / Peristiwa / Habitat rusak, puluhan orangutan Kalimantan rusak kebun sawit
Agen Casino Online

Habitat rusak, puluhan orangutan Kalimantan rusak kebun sawit

Habitat rusak, puluhan orangutan Kalimantan rusak kebun sawit

Jagobola.com – Orangutan sub spesies Kalimantan Tengah (Pongo Pygmaeus Wrumbii), sepekan terakhir ini dilaporkan kerap memasuki dan merusak kebun sawit warga di desa Tuwung, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Warga sempat mengeluarkan ancaman untuk mengambil tindakan sendiri untuk menghadapi ulah satwa primata itu.

Laporan warga desa Tuwung berulang kali diterima petugas yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng. BOS Nyaru Menteng, yang memang memiliki wilayah kerja se-Kalimantan Tengah itu, memang dikenal masyarakat seringkali menangani keberadaan orangutan.

“Yang masuk dan merusak tanaman sawit muda di kebun warga itu, mencapai puluhan individu orangutan,” kata Juru Bicara Yayasan BOS Nyaru Menteng, Monterado Fridman, saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (14/3) malam.

Dia menjelaskan, penanganan laporan warga itu sementara belum tertangani, lantaran petugas BOS dan BKSDA Kalteng, tengah melakukan penyelamatan orangutan lainnya, yang juga masih berada di wilayah kabupaten Pulang Pisau.

“Orangutan yang dilaporkan itu, kami duga sebelumnya memang bertempat tinggal di hutan, di belakang atau di sekitar desa Tuwung, sebelum dibuka dan berubah menjadi kebun sawit warga. Desa itu dan sekitarnya memang menjadi kawasan padat populasi orangutan liar,” ujar Fridman.

“Terlebih lagi, kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 lalu, juga membakar habis hutan tempat tinggal orangutan di Desa Tuwung. Tentu, info masyarakat ini, sudah kami sampaikan ke BKSDA, yang memiliki kewenangan untuk mengamankan orangutan itu,” tambahnya.

Dijelaskan Fridman, di kabupaten Pulang Pisau, dalam setahun terakhir, begitu banyak orangutan yang telah diselamatkan dan dipindahkan ke hutan yang relatif lebih aman, misalnya di Taman Nasional Sebangau (TNS).

“Cuma memang, kapasitas TNS ini, sudah cukup padat. Dimana sekarang, sudah ada sekitar 6.000 individu orangutan menempati TNS. Ini nantinya yang akan menyulitkan ke depannya, apabila harus memindahkan orangutan-orangutan liar dari wilayah kabupaten Pulang Pisau,” terangnya.

Masih menurut Fridman, sempat terungkap ancaman dari warga desa, apabila tidak ada penanganan segera terhadap orangutan yang dinilai meresahkan itu, warga mengambil tindakan sendiri.

“Mereka tahunya kami, penyelamat orangutan, padahal kan bukan. Tapi setelah kami berikan penjelasan dan upaya persuasif bahwa orangutan itu dilindungi undang-undang, mereka memahami,” sebutnya.

“Kami sekarang terus koordinasikan ke BKSDA Kalteng, menangani laporan warga ini. Kebetulan sekali saat ini, juga sedang ada penyelamatan orangutan lainnya,” pungkas Fridman.

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

“Bos Segala Bos” Mafia Italia Meninggal di Sel Penjara

“Bos Segala Bos” Mafia Italia Meninggal di Sel Penjara Salah satu bos mafia terbesar Italia, ...