Home / Sports / F1 / Au revoir, Jules Bianchi
Agen Casino Online

Au revoir, Jules Bianchi

Au revoir, Jules Bianchi

Au revoir, Jules Bianchi

JagoBola.com – Jules Bianchi dianggap sebagai salah satu pebalap penuh potensi di F1. Namun kiprah driver 25 tahun asal Prancis itu tak bertahan lama. Dia meninggal dunia di musim kedua menjadi pilot jet darat.

Bianchi mengembuskan napasnya yang terakhir, Sabtu (18/7/2015) pagi WIB. Dia dalam sembilan bulan terakhir dalam kondisi koma setelah mengalami kecelakaan di GP Jepang.

Meninggalnya Bianchi menjadi kehilangan besar bukan hanya untuk timnya, Marussia F1 Team. Dikenal sebagai sosok yang menyenangkan di paddock F1 dengan hobinya bermain bola bersama pebalap lain, Biachi juga dinilai punya potensi besar untuk meraih sukses di F1.

Dia diprediksi akan bisa menembus line up pebalap Ferrari di masa mendatang. Bianchi adalah lulusan akademi balap The Prancing Horse dan dapat banyak sanjungan saat menuntut ilmu di sana serta menjadi test driver tim asal Italia itu di tahun 2011.

“Tentu saja saya siap. Saya sudah bekerja untuk mempersiapkannya sejak saya bergabung dengan akademi (Ferrari) di 2009. Sekarang saya hampir melaluinya selama dua musim di F1. Saya punya pengalaman yang bagus dan merasa siap,” sahut Bianchi saat ditanya soal rumor dirinya bakal memperkuat Ferrari di 2015.

Sayangnya Bianchi tidak pernah benar-benar bisa mewujudkan harapannya menjadi pebalap utama Ferrari. Ironisnya, pernyataan tersebut di atas dia keluarkan jelang balapan di Jepang tahun lalu. Balapan yang pada akhirnya merenggut nyawanya.

Berikut data dan fakta Jules Biachi, seperti dikutip dari Reuters:

– Jules Bianchi lahir di Nice, Prancis, pada 3 Agustus 1989

– Pamannya, Lucien, adalah pebalap F1 yang berkiprah di musim 1960-1968 dengan paspor Belgia dengan tercatat 17 kali ikut balapan dan raihan terbaik finis ketiga di Monaco dengan mobol Cooper BRM. Lucien juga tampil di balapan Le Mans 1968. Dia juga mengalami basib tragis meninggal saat balapan karena mobilnya menabrak tiang telegram.

– Kakek Bianchi, Mauro, adalah juara tiga kali kejuaraan dunia GT sportscar.

– Bianchi memulai debutnya di ajang F2 bersama Maurissia di tahun 2013. Setahun sebelumnya dia bergabung dengan Force India sebagai pebalap cadangan, serta sempat juga menjadi tes driver Ferrari dan anggot akademi Ferrari.

– Seperti banyak pebalap F1 lain, Bianchi memulainya dari usia sangat kecil dengan mengendarai kart. Kali pertama Bianchi mengendarai kart adalah saat berusia tiga tahun dan tampil di banyak kejuaraan level junior.

– Di 2009 dia memenangi Formula 3 Euroseries dengan meraih sembilan kemenangan bersama ART Team.

– Bianchi adalah satu-satunya pebalap yang berhasil memberi poin untuk Marussia setelah dia finis di posisi sembilan GP Monaco 2014. Hingga saat ini Bianchi masih jadi satu-satunya pebalap yang memberi poin untuk Marussia.

– Manajer Bianchi adalah Nicolas Todt, yang tak lain adalah anak Jean Todt. Nicolas sudah menjadi manajer Bianchi sejak dia berusia 15 tahun.

– Pada GP Jepang di Sirkuit Suzuka, 5 Oktober 2014, Bianchi mengalami kecelakaan maut. Mobil yang dikendarainya keluar lintasan dan menabrak sisi belakang traktor, yang sedang berupaya memindahkan mobil Adrian Sutil. Bianchi saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Dia disebut ‘mengalami cedera kepala namun dalam kondisi stabil’.

Agen Poker Terbaik

About Jago Bola

JagoBola.com Situs Prediksi Bola Online dan Berita Bola Online Terupdate, Prediksi Sepak Bola, Berita Sepak Bola, News, Gosip Artis

Check Also

Jones dan Lingganay Diharapkan Bikin CLS Knights Makin Tajam

Jones dan Lingganay Diharapkan Bikin CLS Knights Makin Tajam Pelatih kepala CLS Knights Indonesia, Koko ...