Home / Sports / MotoGP / ‘Lorenzo Mesti Bangkit dan Atasi Problem, Bisa Belajar dari Marquez dan Rossi’
Agen Casino Online

‘Lorenzo Mesti Bangkit dan Atasi Problem, Bisa Belajar dari Marquez dan Rossi’

‘Lorenzo Mesti Bangkit dan Atasi Problem, Bisa Belajar dari Marquez dan Rossi’

'Lorenzo Mesti Bangkit dan Atasi Problem, Bisa Belajar dari Marquez dan Rossi'

JagoBola.com – Jorge Lorenzo dinilai tampil dengan rasa gentar belakangan ini. Untuk bangkit dan mengatasi problemnya, ia disebut bisa belajar dari Marc Marquez dan Valentino Rossi.

“Jorge Lorenzo merasa gentar dan itulah hal terburuk yang dapat terjadi kepada seorang rider MotoGP. Ia takut akan segalanya, mengenai terjatuh dan melukai dirinya sendiri,” kata mantan bintang 500cc Randy Mamola dalam kolomnya di Motorsport.com.

“Jorge sendiri mengakui hal itu pada hari Sabtu di Phillip Island, hari ketika ia terlihat seperti rider yang berbeda–benar-benar tegang, lambat, dan tidak fokus. Versi dirinya yang kita lihat di Australia takkan mampu meraih kesukesan sebesar yang sudah ia punya,” lanjutnya.

Sehubungan dengan penilaiannya tersebut, Mamola pun memberikan saran buat Lorenzo. Menurut pebalap yang aktif di balapan grand prix motor periode 1979-1992 itu, demi kebaikannya sendiri dan orang-orang yang percaya bahwa rider Spanyol tersebut merupakan salah satu pebalap penuh bakat dalam sejarah kejuaraan dunia, Lorenzo harus segera bereaksi dan bangkit.

Salah satu kendala yang dialami Lorenzo musim ini adalah faktor ban Michelin. Mamola bisa memahami jika Lorenzo risau dirinya mengalami insiden dengan ban tersebut, tapi pada akhirnya ia harus bisa mengatasi hal tersebut.

“Terkait hal itu, tak ada contoh lebih baik dibandingkan Marc (Marquez), yang sudah belajar untuk beradaptasi dengan motornya–yang di awal musim ini tak oke tapi perlahan-lahan jadi lebih baik. Kalau contoh dengan Marc masih kurang buatnya, ia bisa melirik ke sisi lain garasi (timnya), di sana ada Valentino (Rossi) yang sudah belajar mengatasi seluruh masalah yang pernah ia hadapi,” sebut Mamola.

“Akan tetapi, tidak seperti Rossi, Lorenzo belum menemukan solusi pada problem yang ia miliki dengan ban, baik depan maupun belakang. Valentino adalah pakarnya ketika menemukan bahwa, untuk alasan tertentu, daya cengkeram ban belakang tidak cukup. Kita pun sudah melihatnya melaju dengan menggeleser, tergantung pada tuntutan ketika menghadapi situasi dan karakteristik motor,” imbuhnya.

Pria AS berusia 56 tahun tersebut mengingatkan kenyataan bahwa Lorenzo sudah meraih tiga titel juara dunia MotoGP. Tapi di sisi lain, ia menggarisbawahi fakta lain bahwa Lorenzo tampil jauh dari mengesankan dalam balapan-balapan belakangan ini.

“Pada hari Minggu saya ada di sirkuit melihat balapan dan ia tampak seperti seorang rider berbeda. Ia kebingungan, sendirian, amat lambat. Harus ada yang berubah dalam pendekatannya sehingga ia dapat bangkit. Ia mesti bertanya ke diri sendiri, pertanyaan sejujur-jujurnya–yang macam itulah yang paling menyakitkan karena biasanya Anda sudah tahu jawabannya. Saya bukan cuma bicara soal tahun ini tapi secara khusus apa yang bakal ia temukan di Ducati karena saya merasa nanti sama sekali takkan mudah buatnya,” tulis Mamola.

“Ketika saya menyebutnya takut, saya merujuk pada indikasi tertentu sehingga menyimpulkan demikian. Di antaranya adalah berkurangnya kecepatan dia saat hujan. Ia selalu bicara mengenai crash yang pernah dialaminya saat balapan basah untuk menjustifikasi kesulitannya ketika hujan. Tapi itu cuma terjadi untuk beberapa waktu terakhir–sebelumnya ia salah satu yang tercepat di lintasan basah. Itu mengapa saya menduga kecelakannya di Assen beberapa tahun lalu, saat tulang selangkanya patah, terus menghantuinya.

“Menepikan konsekuensi fisik, saya pikir dalam benaknya masih ada dampak psikologis. Seseorang sekaliber dirinya harus bereaksi dan menemukan cara untuk mengatasi halangan tersebut. Pada akhirnya, itu merupakan pekerjaannya yang juga sudah memberinya sebuah kehidupan nyaman,” bebernya.

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

Praveen Jordan: Kami Kurang Sabar

Praveen Jordan: Kami Kurang Sabar Harapan Indonesia untuk meraih gelar pada turnamen Australia Terbuka 2017 ...