Home / Sports / Obrolan Sederhana yang Menjadi Sejarah di All England
Agen Casino Online

Obrolan Sederhana yang Menjadi Sejarah di All England

Obrolan Sederhana yang Menjadi Sejarah di All England

Jagobola.com – Jakarta Richard Mainaky tak menyangka obrolan sederhana dengan Praveen Jordan benar-benar menjadi kenyataan. Praveen bersama Debby Susanto menjadi juara All England.

Praveen/Debby berhasil meraih gelar superseries pertama di All England akhir pekan lalu. Gelar itu didapatkan setelah mereka dipasangkan selama dua tahun dan tiga bulan.

Pelatih ganda campuran pelatnas, Richard, rupanya lebih percaya diri untuk mengandalkan Praveen/Debby mencapai final ketimbang Tontowi Ahmad/Liliyana. Sebab, Tontowi baru pulih dari demam berdarah.

“Puji syukur, kalau melihat secara kasat mata dan benar-benar jeli dengan laju mereka, sudah seharusnya–dengan kualitas itu–mereka menjadi juara. Mereka mempunyai modal untuk menjadi juara. Sejak babak pertama pola-pola permainan jalan semua dan memang di babak kedua justru partai yang krusial. Penampilan Debby dan Ucok (sapaan karib Praveen, Red) sejak babak pertama sangat baik sekali. Ini menjadi penampilan yang paling bagus mereka,” kata Richard Mainaky yang dihubungi detikSport, Senin (14/3/2016).

“Dengan tuntutan poin ke Olimpiade saya memang sangat berharap dengan Owi/Butet, saya berpesan agar mereka minimal sampai semifinal. Tapi, Owi habis kena demam berdarah. Menurut dokter Owi tidak bisa maksimal karena setidaknya dia butuh waktu pemulihan empat sampai enam pekan. Dia menunjukkan kemauan tapi fisiknya tidak mampu, kaki lemah semua. Saya sudah sadari situasi itu, sudah muncul kekhawatiran sejak awal.

“Saya ingat saat akan tampil di babak kedua, ada obrolan lucu dengan Ucok. Waktu itu di tempat pemanasan latihan pas setelah pemanasan saya bilang: “Ucok, saya lihat dari babak pertama–setelah saya amati lawan-lawan yang kelas menengah ke atas–siapapun bisa menjadi juara, termasuk kamu dan Debby. Saya yakin kalian bisa juara di sini. Saat itu, Ucok kasih tanggapan: “Siapapun itu ya saya (yang bakal juara).” Rupanya, obrolan kecil itu malah jadi sejarah besar,” kenang Richard kemudian tertawa.

Dengan hasil itu, Richard makin percaya diri menatap Olimpiade. Dia mempunyai dua ujung tombak menuju Rio de Janeiro.

“Tiba-tiba ada juara baru, ini sungguh menjadi satu angin segar buat saya. Buat ke Olimpiade bakal ada dua ujung tombak, bukan satu. Yang satu kaya pengalaman, satu lagi muda dan sedang menanjak. Udara segar sekali,” ucap dia.

Ya, para kontestan Olimpiade bisa mengirimkan dua wakil di nomor ganda pada Olimpiade. Asalkan, mereka mampu menempatkan minimal dua pasangan di urutan delapan besar. Menilik peringkat race to Rio, Indonesia untuk sementara telah mengamankan dua ganda campurannya. Tontowi/Liliyana ada di urutan keempat sedagkan Praveen/Debby menempati peringkat ketujuh.

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

Comeback, Spurs Tekuk Thunder

Comeback, Spurs Tekuk Thunder San Antonio Spurs melakukan comeback gemilang saat menghadapi Oklahoma City Thunder. ...