Home / Sports / Serena Umumkan Absen di Wuhan & China Terbuka, Bidik Comeback di Singapura
Agen Casino Online

Serena Umumkan Absen di Wuhan & China Terbuka, Bidik Comeback di Singapura

Serena Umumkan Absen di Wuhan & China Terbuka, Bidik Comeback di Singapura

Serena Umumkan Absen di Wuhan & China Terbuka, Bidik Comeback di Singapura

JagoBola.com – Mantan ratu tenis Serena Williams terpaksa melewatkan dua turnamen di depan: Wuhan dan China Terbuka. Tapi Serena berencana comeback di WTA Finals Singapura.

Serena sesungguhnya dijadwalkan tampil di Wuhan Terbuka pada 25 September – 1 Oktober dan China Terbuka di Beijing pada 3 – 9 Oktober. Soalnya, petenis Amerika Serikat berusia 34 tahun itu masih menjalani pemulihan cedera bahu.

Namun demikian, Serena, yang sudah lolos ke turnamen akhir tahun di Singapura akan mencoba untuk tampil setelah sempat absen di 2015. Selama kariernya, adik kandung Venus Williams ini sudah menjuarai turnamen itu lima kali terbanyak kedua setelah petenis legendaris Martina Navratilova (8).

“Aku kecewa tidak bisa bermain di Wuhan Terbuka atau China Terbuka karena masalah di bahu kananku,” ucap Serena dalam pernyataan resmi, yang dilansir situs WTA.

“Selama ini aku sudah berlatih dan bermain tapi bahuku masih belum siap untuk bermain di turnamen.”

“Aku mengharapkan turnamen-turnamen itu akan berjalan sukses dan aku yakin fans akan menikmati banyak pertandingan tenis yang hebat. Aku fokus untuk siap bermain di WTA Finals di Singapura,” imbuh peraih 22 titel Grand Slam ini.

Pada tahun ini, Serena hanya bermain di delapan turnamen, yang paling sedikit dalam semusim sejak kembali dari cedera pada 2011. Dia memenangi dua titel di Roma dan Wimbledon serta menjadi runner-up tiga kali di Australia Terbuka [kalah dari Kerber di final], Indian Wells [kalah dari Victoria Azarenka di final], dan Prancis Terbuka [kalah dari Garbine Muguruza di final].

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

Hendra/Tan: Kami Menang Strategi

Hendra/Tan: Kami Menang Strategi Pasangan ganda putra Hendra Setiawan (Indonesia)/Tan Boon Heong (Malaysia) menyebut strategi ...