Home / Sports / F1 / Tentang Gelar Juara Dunia Mercedes dan Statistik Lain dari Suzuka
Agen Casino Online

Tentang Gelar Juara Dunia Mercedes dan Statistik Lain dari Suzuka

Tentang Gelar Juara Dunia Mercedes dan Statistik Lain dari Suzuka

Tentang Gelar Juara Dunia Mercedes dan Statistik Lain dari Suzuka

JagoBola.com – Mercedes mengamankan titel juara dunia konstruktor F1 berkat hasil di GP Jepang. Berikut statistik yang mengiringi hasil tersebut.

Dua dari tiga podium di sirkuit Suzuka, Minggu (9/10/2016), direbut oleh pebalap Mercedes; Nico Rosberg di podium teratas dan Lewis Hamilton pada posisi tiga.

Hasil tersebut membuat Rosberg kini mengungguli Hamilton sejumlah 33 poin dalam perebutan gelar juara dunia pebalap, sekaligus memastikan Mercedes sudah dipastikan jadi juara dunia konstruktor.

Dengan empat seri tersisa Mercedes kini memiliki 593 poin, unggul 208 angka dari Red Bull yang menempati posisi dua. Mercedes pun dipastikan tak terkejar dan menyabet titel ketiganya secara beruntun.

Berikut statistik dari GP Jepang seperti dirangkum Formula1.com.

– Pertarungan memperebutkan titel juara dunia konstruktor 2016 sudah selesai di Suzuka. Sebuah finis satu-dua telah memberikan Mercedes poin yang dibutuhkan untuk mengamankan titel juara dunia ketiga beruntun.

– Mercedes adalah tim kelima, setelah Ferrari, McLaren, Williams, dan Red Bull, yang memenangi tiga titel juara dunia konstruktor secara berturut-turut. Rekor saat ini adalah empat berturut-turut, dipegang bersama-sama oleh McLaren (1988-91) dan Red Bull (2010-13).

– Nico Rosberg meraih kemenangan pertamanya di Jepang, menjadi pebalap ke-15 yang menang di Suzuka.

– Itu merupakan kemenangan ke-23 dalam karier Rosberg, membuatnya setara dengan juara dunia tiga kali Nelson Piquet dalam daftar kemenangan sepanjang masa. Berikutnya Rosberg akan membidik pencapaian juara dunia lima kali Juan Manuel Fangio yang punya 24 kemenangan.

– Rosberg sekarang memiliki sembilan kemenangan musim ini dan tidak pernah ada pebalap yang gagal memastikan titel juara dunia setelah memenangi sekian banyak seri balapan dalam satu musim kalender. Bahkan cuma tiga pebalap yakni Michael Schumacher (13 di 2004, 11 di 2002), Sebastian Vettel (13 di 2013, 11 di 2011), dan Lewis Hamilton (10 di 2014, 11 di 2015), yang pernah meraih kemenangan lebih banyak dalam satu musim dibandingkan Rosberg–dan musim ini masih menyisakan empat seri lagi.

– Rosberg menjadi pebalap keempat setelah Senna, Schumacher, dan Vettel sudah menjadi pebalap keempat yang meraih tiga posisi pole secara beruntun di Suzuka. Sejak Sebastian Vettel pada 2012, baru kali ini lagi ada pebalap yang menang di Jepang setelah meraih posisi pole.

– Max Verstappen finis kedua untuk kedua kalinya secara berturut-turut dan kini memiliki enam finis podium pada musim ini, sebuah jumlah yang sama dengan rekannya di Red Bull, Daniel Ricciardo.

– Rentetan tanpa kemenangan Lewis Hamilton kini memanjang sampai lima balapan, dengan pebalap Inggris itu sekarang menempati posisi finis ketiga untuk keempat kalinya musim ini. Tapi kebangkitannya ke posisi tiga setelah start dengan buruk membuatnya mencatatkan sejarah F1; ia menjadi pebalap ketiga yang menembus 100 podium grand prix setelah Schumacher (155), dan Alain Prost (106).

– Bicara mengenai start buruk Hamilton di balapan tersebut, untuk kali kelima tahun ini ia kehilangan posisi pada putaran pembuka sebuah grand prix. Dengan Rosberg juga mengalami hal serupa pada enam balapan tahun ini, Mercedes sudah kesulitan untuk mengonversi dominasi kualifikasi mereka jadi keunggulan cepat dalam balapan.

– Sebastian Vettel harus rela rekornya, finis di tiga besar dalam setiap balapan di Suzuka, berakhir. Rekor itu sendiri memanjang sampai tujuh musim, sedari 2009. Pebalap Jerman tersebut cuma mengklaim satu podium di sembilan balapan terakhirnya–periode terburuk dalam performanya sejak musim pertamanya dengan Toro Rosso pada 2008.

– Untuk kali kelima musim ini, posisi 10 besar ditempati oleh lima tim saja–kelima tim itu juga berada di lima besar konstruktor sementara–Mercedes, Red Bull, Ferrari, Force India, dan Williams.

– Lebih jauh lagi, untuk kali kedua musim ini (setelah China) dan untuk kali ketujuh dalam sejarah F1, balapan berlalu tanpa satu pun retirement. Dalam 54 tahun sejarah olahraga ini cuma pada satu balapan itu pernah terjadi; dalam dua tahun terakhir itu sudah terjadi tiga kali.

– GP Jepang tahun lalu juga membuat setiap pebalap menuntaskan balapan dengan finis terklasifikasi, membuat Suzuka sebagai venue pertama dalam sejarah F1 untuk melangsungkan balapan secara berturut-turut tanpa adanya retirement.

– GP AS di Austin menjadi seri berikutnya dalam kalender balap F1 2016. Di sana Hamilton sudah meraih tiga kemenangan dalam empat musim terakhir.

Agen Poker Terbaik

About jagoanbola

Check Also

Terobosan Nike untuk Jersey Tim-tim NBA

Terobosan Nike untuk Jersey Tim-tim NBA Nike menjadi penyedia beragam atribut NBA mulai 2017/2018. Perusahaan ...